Langsung ke konten utama

cara pembuatan media pembelajaran sederhana


MAKALAH
MEDIA PEMBELAJARAN

CARA PEMBUATAN MEDIA PEMEBELAJARAN SEDERHANA



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat, taufik, hidayah dan inayahNya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Pembuatan Pembelajaran Media Sederhana” dengan hadirnya makalah ini dapat memberikan informasi bagi para pembaca, khususnya mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam (PAI).
          Sholawat dan salam tetap tercurahkan dan dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, serta keluarga, sahabat dan pengikutnya.
          Penyusun menyadari tanpa bantuan dari semua pihak, penulisan makalah ini mungkin tidak dapat terlaksana. Oleh karena itu, penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada semua teman-teman yang terlibat dalam penyusunan makalah ini.
Penyusun menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah ini, karena keterbatasan kemampuan yang penyusun miliki. Olehkarena itu, penyusun mohon kritik dan sarannya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya.



DAFTAR ISI
Kata Pengantar........................................................................................        ii
Daftar Isi.................................................................................................        iii

BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah................................................................        1
B.      Rumusan Masalah..........................................................................        2
C.      Tujuan Pembahasan Masalah.........................................................        2
BAB II PEMBAHASAN
       A.     Pengertian Media Pembelajaran Sederhana...................................        3
       B.     Unsur - Unsur Media Pembelajaran Sederhana..............................        3
C.     Macam-Macam Media Pembelajaran Sederhana............................        5
D.    Cara Pembuatan Media Pembelajaran Sederhana...........................        8
BAB III PENUTUP
A.     Simpulan.........................................................................................        9
B.     Saran...............................................................................................        9

DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam dunia pendidikan, media pembelajaran mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pendidik seharusnya memperhatikan  tentang pemanfaatan media dalam setiap kegiatan pembelajaran, dengan mempelajari bagaimana cara menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar.
Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru/fasilitator dalam setiap kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu guru/fasilitator perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar.
Pada kenyataannya media pembelajaran masih sering terabaikan dengan berbagai alasan, antara lain terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, tidak tersedianya biaya, dan lain-lain. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap guru/fasilitator telah mempunyai pengetahuan dan ketrampilan mengenai media pembelajaran.
Agar proses belajar mengajar mudah, efisiensi dan konsentrasi belajar meningkat, seorang pendidik harus memilih serta menggunakan media yang tepat dan berelevansi dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Media pembelajaran tidak harus mahal, dalam kegiatan belajar mengajar yang dibutuhkan adalah tercapainya tujuan pembelajaran.
Jadi sesederha namungkin media pembelajaran dapat dipakai sebagai sarana mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, pemakalah akan menjelaskan pembuatan media pembelajaran sederhana.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana definisi media pembelajaran sederhana ?
2.       Apa unsur - unsur media pembelajaran sederhana ?
3.      Apa saja macam-macam media pembelajaran sederhana?
4.      Bagaimana cara pembuatan media pembelajaran sederhana?

C.    Tujuan Pembahasan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah yang diperoleh, adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Menjelaskan definisi media pembelajaran sederhana.
2.      Menjelaskan unsur - unsur media pembelajaran sederhana.
3.      Menjelaskan mcam-macam media pembelajaran sederhana.
4.      Menjelaskan cara pembuatan media pembelajaran sederhana.


BAB II 
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Media Pembelajaran Sederhana
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah artinya tengah, perantara atau pengantar. Menurut Djamarah (1995:136) media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran.[[1]]
Pembelajaran merupakan suatu usaha sadar guru atau pengajar untuk membantu siswa atau anak didiknya, agar mereka dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan minatnya.[[2]]
Sederhana adalah tidak berlebih-lebihan atau simple. Media pembelajaran sederhana merupakan media pembelajaran yang tidak berbasis teknologi dan dapat dibuat sendiri.
Media pembelajaran sederhana identik dengan hal yang simple yang tidak memerlukan biaya mahal, Jadi, Media sederhana merupakan media yang dapat dibuat sendiri.

B.     Unsur - Unsur Media Pembelajaran Sederhana
Dalam proses pembuatan media pembelajaran sederhana itu harus diperhatikan unsur-unsur desain tertentu, antara lain:
1.    Kesederhanaan
Secara umum kesederhanaan itu mengacu kepada jumlah elemen yang terkandung dalam suatu visual. Jumlah elemen yang lebih sedikit memindahkan siswa untuk menangkap dan memahami pesan yang disajikan. Kalimat harus ringkas tetapi padat dan mudah dimengerti.

2.    Keterpaduan
Keterpaduan mengacu pada hubungan yang terdapat diantara elemen-elemen visual yang ketika diamati akan berfungsi secara bersama-sama. Elemen-elemen itu harus saling terkait dan menyatu sehingga membantu pemahaman pesan dan informasi yang dikandungnya.[[3]]
3.    Penekanan
Konsep yang disajikan memerlukan penekanan terhadap salah satu unsur yang terpenting, dengan menggunakan ukuran, hubungan-hubungan perspektif warna atau ruang.
4.    Keseimbangan
Bentuk yang dipilih sebaiknya menempati ruang penayangan yang memberikan persepsi keseimbangan meskipun tidak seluruhnya simetris.
5.    Bentuk
Bentuk  yang aneh dan asing bagi siswa dapat membangkitkan minat dan perhatian. Oleh karena itu, pemilihan bentuk sebagai unsur visual dalam penyajian pesan perlu diperhatikan.[[4]]
6.    Garis
Garis digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur sehingga dapat menuntun perhatian siswa untuk mempelajari suatu urutan khusus.
7.    Tekstur
Tekstur adalah unsur visual yang dapat menimbulkan kesan kasar atau halus yang dapat digunakan untuk penekanan unsur.
8.    Warna
Warna digunakan untuk memberi kesan pemisahan, penekanan, untuk membangun keterpaduan, mempertinggi tingkat realisme objek, menunjukkan persamaan dan perbedaan, serta menciptakan respons emosional tertentu.[[5]]

C.      Macam-Macam Media Pembelajaran Sederhana
1.      Gambar
Gambar yang dimaksud disini termasuk foto, lukisan/gambar, dan sketsa (gambar garis). Tujuan utama penampilan berbagai jenis gambar ini adalah untuk menvisualisasikan konsep yang ingin di sampaikan kepada siswa.[[6]]
2.      Grafik
Secara fisik bentuk grafik dan chart hampir sama, akan tetapi grafik hanya menyajikan bentuk visual dari sejumlah angka. Angka-angka tersebut diwakili oleh bentuk visual, misalnya berupa garis, gambar orang, gambar binatang, dan lain-lain.
Sebagai suatu media visual, grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik- titik, garis atau gambar. Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas berbeda dengan bagan, grafik di susun berdasarkan prinsip- prinsip matematik dan menggunakan data- data komparatif.[[7]]
Ada beberapa macam grafik yang dapat kita gunakan diantaranya adalah grafik garis, grafik batang, grafik lingkaran, dan grafik gambar. Grafik yang di gunakan di tentukan oleh tingkat kerumitan infomasi yang ingin di sajikan dan ketrampilan siswa menginterprestasikan grafik.[[8]]
3.      Display
Bulletin board adalah media display yang sifatnya umum, maksudnya media yang berisi pesan baik untuk kelompok orang maupun populasi. Bulletin board dapat berisi berita, pengetahuan, pesan singkat, dan sebagainya. Bulletin board banyak digunakan untuk pengetahuan sederhana hampir sama dengan majalah dinding.
Berbagai jenis media grafis antara lain gambar, poster, ketsa, diagram, chart dapat dipakai sebagai bahan pembuatan papan bulletin. Selain itu, papan bulletin dapat dibuat di pesan-pesan verbal tertulis seperti karang-karangan ( anak-anak) berita, feature, dan sebagainya.
[[9]]Berbeda dengan papan flannel[[10]], papan bulletin ini tidak dilapisi kain flannel tetapi langsung ditempelkan gambar-gambar atau tulisan-tulisan. Fungsinya selain menerangkan sesuatu, papan bulletin dimaksudkan untuk memberitahukan kejadian dalam waktu tertentu.
Secara fisik bulletin board adalah suatu bidang datar dengan berbagai ukuran dan bentuk (persegi panjang) yang dapat ditempel pada paku payung. Display dapat dibuat sebagai media pembelajaran sederhana dengan cara pertama, memilih gambar yang sesuai dengan mata pelajaran. Kedua, gambar-gambar tersebut langsung ditempelkan pada papan bulletin dengan mengunakan paku payung.
4.       Relia
Media relia adalah benda nyata, yang tidak harus dihadirkan di ruang kelas tetapi siswa dapat melihat langsung ke objek, sehingga dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Contoh: – Mempelajari keanekaragaman mahluk hidup.
5.        Poster
Poster adalah media yang bersifat persuasif yang bermaksud menarik perhatian dengan menyatukan gambar, warna, tulisan, dan kata-kata.
[[11]]Poster yang baik harus dinamis, menonjolkan kualitas. Poster harus sederhana tidak memerlukan pemikiran bagi pengamat secara rinci, harus cukup kuat untuk menarik perhatian, bila tidak, akan hilang kegunaanya.
[[12]]Kesederhanaan disain dan sedikit kata-kata yang dipergunakan mencirikan poster-poster yang berwatak kuat. Pada prinsipnya poster itu merupakan gagasan yang dicetuskan dalam bentuk ilustrasi gambar yang disederhanakan yang dibuat dalam ukuran besar, bertujuan untuk menarik perhatian, membujuk, memotivasi atau memperingatkan pada gagasan pokok, fakta atau peristiwa tertentu. [[13]]Poster yang baik hendaknya meliputi : Sederhana, menyajikan satu ide dan untuk menapai satu tujuan pokok, Berwarna, sloganya ringkas dan jitu, tulisanya jelas, motif dan disain bervariasi.
[[14]]Poster yang digunakan disekolah memerlukan daya tarik untuk memikat perhatian dalam sekali lihat. Poster yang memikat adalah perpaduan antara menyenagkan serta menarik hati, kedua-duanya merupakan unsure yang kuat dalam belajar. Adapun cara pembuatan media poster : Poster di buat di atas kertas, kain, batang kayu, seng, dan semacamnya. Pemasanganya bisa dikelas, di luar kelas, dipohon, ditepi jalan, dan dimajalaah. Ukuranya bermacam-macam, tergantung kebutuhan.
6.             Chart / Bagan
Chart merupakan presentasi berupa gambar grafis yang menginformasikan hubungan-hubungan. Misalnya: kronologis, jumlah, dan hierarki.
Sebagai media yang baik, bagan haruslah: dapat dimengerti, sederhana dan lugas ( tidak rumit atau berbelit-belit), diganti pada waktu tertentu agar selain tetap termasa ( up to date ) juga tak hilang daya Tarik[[15]].
Chart sering terdapat dalam buku-buku pelajaran dan materi pelajaran yang lain. Chart harus mempunyai tujuan pembelajaran yang ditentukan dengan jelas. Bagi siswa yang berusia muda suatu chart harus berisikan hanya satu konsep atau gambaran konsep. Sebaliknya chart itu ditekan hingga hanya berisi informasi verbal dan visual yang minimum untuk dapat dipahami. Jika ingin megungkapkan beberapa gagasan dan konsep, sebaiknya dibuat serangkain chart sederhana. Informasi pembelajaran dan pesan-pesan isi pelajaran dikomunikasikan melalui saluran visual dan materi verbal hanya diadakan untuk mendukung pesan visual.

D.    Cara Pembuatan Media Pembelajaran Sederhana
Pemanfaatan barang bekas dan peralatan sederhana sebagai media bukanlah hal yang baru dalam dunia pendidikan. Sebelum pendidikan modern hadir, para guru telah menggunakan berbagai media dan alat peraga buatannya sendiri untuk menjelaskan materi pelajarannya. Kegiatan belajar ini akan berusaha menggugah para guru bahwa media sederhana dari barang bekas dan peralatan sederhana tetap dibutuhkan dan dapat berfungsi efektif, tidak kalah dengan media modern, dan bisa menjadi lebih unggul jika penggunaannya tepat dan sesuai.
Berdasarkan kesadaran tentang pentingnya media sederhana yang terbuat dari bahan bekas yang terdapat disekitar lingkungan guru dan siswa, kita dapat mencatat tiga tujuan pembuatan media sederhana yang terkait satu dengan lainnya:
1.    Membangun komunikasi berbasis pendidikan kreatif. Pencapaian tujuan ini melibatkan para siswa sedini mungkin dalam pengembangan dan penggunaan media sederhana dari barang bekas dan peralatan sederhana untuk mengembangkan kemampuan berimajinasi, serta mengembangkan keterampilannya sesuai dengan usia dan mata ajaran yang dipelajarinya. Dengan cara demikian guru mencoba memperkenalkan para siswa sedini mungkin pada kondisi dan potensi lingkungannya.  Disamping itu juga kegiatan ini bisa memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan eksplorasi di berbagai bidang yang menyangkut pengetahuan, minat dan bakat melalui pengembangan media sederhana yang dibuatnya.
2.    Mengembangkan berbagai alternatif media sederhana yang kreatif dan berkesinambungan sedemikian rupa sehingga mampu membantu anak-anak didik tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang kritis, kreatif, mandiri (otonom), dan peduli terhadap orang lain dan lingkungan.
3.    Mengembangan jaringan kerja (network) para guru dan pendidik untuk menggalang kerja sama dalam upaya mengembangkan berbagai media alternatif yang kreatif, sederhana dan murah sebagai gerakan guru mandiri yang peduli lingkungan sekitar sekolah dan masyarakat.
Jika kita jeli melihat sekeliling kita maka kita dapat menemukan begitu banyak sumber belajar yang bisa dimanfaatkan. Sekarang tergantung apakah kita bisa mengembangkannya menjadi suatu media yang menarik, kreatif, dan mempermudah proses belajar mengajar sehingga kita tidak akan kekurangan sumber belajar. Guru yang kreatif akan menjadi begitu antusias melihat sumber belajar yang tidak terhingga.[[16]]


BAB III 
PENUTUP
A.    Simpulan
Macam-Macam Media Pembelajaran Sederhana, kalau kita kreatif ada berbagai benda yang ada dilingkungan kita yang bisa dijadikan sebagai media sederhana demi tercapainya tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa kelompok media sederhana, yaitu: Gambar diam, grafis, display, relia, poster dan chart.
Media pembelajaran sederhana yang berupa gambar dapat dibuat dengan beragam variasi pembuatan. Bahan-bahan yang dipergunakan daiam pembuatan media gambar dapat berupa kertas, papan triplek, gabus, dan kain. Media gambar paling sederhana dapat dilukis sendiri di atas kertas karton putih ukuran A1 (59,4 em X 84,1 em), AD (84,1 em X 118,9 em), atau disesuaikan dengan keutuhan. Dapat juga gambar yang akan dijadikan media di fotokopi. dahulu sesuai : Ukuran yang  dibutuhkan kemudian ditempel pada papan triplek atau gabus. Satelah selesai agar gambar tersebut tahan lama dan tidak rusak sebaiknya ditempelkan pada papan triplek kemudin dilapisi dengan plastik. Berikan warna pada gambar tersebut agar lebih menarik untuk dilihat.

B.     Saran
Sebaiknya guru menggunakan media yang sederhana dalam proses pembelajaran, karena media sederhana selain mudah diperoleh juga akan membuat anak didik lebih memahami materi dengan pengaplikansian media yang sering di lihatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebaiknya bagi calon tenaga pendidik tidak menjadikan makalah ini sebagai satu-satunya referensi dan bahan ajar.






DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran, Cet. 1, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1997
Sadiman, Arief, Dkk., Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatan, Cet. V, Jakarta: Raja Grafindo, 2002
Sujana, Nana & Ahmad Rivai,  Media Pengajaran, Cet.8, Bandung : Sinar Baru Algesindo, 2009
Rajul. 2012. Makalah Pembuatan Media Pembelajaran, dalam http://rajul-al.blogspot.com /2012/01/makalah-pembuatan-media-pembelajaran.html
Munadi, Yudi. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: GP Press Group.
Asnawir dan Usman M. Basyiruddin. 2002.Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers.




 [1] Yudi Munadi, Media Pembelajaran. (Jakarta: GP Press Group, 2013), hlm. 208.
 [2] Asnawir dan Usman M. Basyiruddin, Media Pembelajaran. (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hlm. 32.



 [3]AzharArsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT. RajaGrafindoPersada, 2009), hlm. 3.
 [4]CecepKustandi&BambangSutjipto, Media Pembelajaran Manual dan Digital, (Bogor:  Ghalia Indonesia, 2011), hlm. 5.



[5]AzharArsyad, Media Pembelajaran,…hlm. 107.
[6]Azhar, Arsyad , Media Pengajaran, Cet. 1, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997.   Hal 113
 [7]Dr. Arief , Sadiman, Dkk, Op Cit, Hal 40
 [8]Azhar, Arsyad, Op Cit, Hal 138

 [9]Dr. Arief , Sadiman, Dkk, Op Cit, Hal 49
 [10]Papan Flanel adalah media grafis yang efektif sekali untuk menyajikan
[11] Ibid, hal 51
 [12] Dr. Arief , Sadiman, Dkk, Op Cit, Hal 47
 [13] Ibid, hal 54
 [14] Ibid, hal 51



[15]Dr. Arief , Sadiman, Dkk, Op Cit, Hal 35
 [16]Rajul, Makalah Pembuatan Media Pembelajaran, dalam http://rajul-al.blogspot.com /2012/01/makalah-pembuatan-media-pembelajaran.html

Komentar